Kamis, 24 Agustus 2023

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa CGS 2023 untuk Berkuliah S3 ke China

 

Banyak jalan menuju Roma. Katanya.

Tapi kalua berdasarkan pengalaman saya, “Banyak jalan menuju China.” dan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.” tampaknya lebih cocok.

Kenapa? Karena ada sangat banyak kesempatan untuk kuliah ke Negeri Tirai Bambu tersebut dengan menggunakan beasiswa.

Program beasiswa yang cukup banyak diminati adalah proram Chinese Government Scholarship (CGS) yang diberikan oleh Chinese Scholarship Council (CSC) kepada pelajar seluruh dunia, untuk menuntut ilmu di universitas yang bekerja sama dengan CSC.

Beasiswa ini adalah beasiswa penuh (full-scholarship) yang bias dinikmati tiga jenjang pendidikan (S1, S2, S3), dengan syarat masing-masing.

Ada peminat, pastilah ada benefit-nya, apa saja?

  •   Biaya kuliah (tergantung jenjang dan instansi)
  •   Asrama (tergantung jenjang dan instansi)
  •   Uang saku bulanan; untuk S1 sebesar RMB 2,500 (sekitar 5 juta Rupiah); S2 sebesar RMB 3,000 (sekitar 6 juta Rupiah); S3 sebesar RMB 3,500 (sekitar 7 juta Rupiah)
  •   Asuransi kesehatan bulanan sebesar RMB 800 (sekitar 1,6 juta Rupiah)

Keterangan dan syarat lebih lanjut bisa dibaca di https://www.campuschina.org/content/details3_74776.html


Syarat-syaratnya tertulis lengkap di situs tersebut, silakan dicermati secermat-cermatnya. Setelah mencermati (dan setelah cermat), bisa langsung meluncur ke Scholarship Application for Students (kotak merah).


Sekian posting-an saya kali ini kurang lebihnya mohon maaf, terima ka…………….


Lah? Udah selesai? Sampe situ doang????? Blog macam apa ini????!!! TIDAK INFORMATIF SAMSEK!!! SEBAL!!!

 

Ya nggak lah, itu kan baru syarat-syarat dan detail lain secara teknis, praktek di lapangan, dan pengalaman sayanya belum dikupas.

Oke kita mulai dari:


Syarat mendaftar beasiswa CGS 2023

Syaratnya gak berat-berat amat, antara lain sebagai berikut:

  •   Bukan merupakan warga negara China dan memiliki paspor resmi,
  •   Berkelakuan baik dan siap mentaati hukum yang berlaku di negara China,
  •   Harus merupakan lulusan SMA/sederajat dan berusia di bawah 25 tahun untuk pelamar S1, lulusan S1 dan berusia di bawah 35 tahun untuk pelamar S2, dan lulusan S2 dan berusia di bawah 40 tahun untuk pelamar S3,

Oke sekarang gimana nih cara daftarnya?


Cara mendaftar beasiswa CGS

Pendaftaran sangat mudah, semua serba online (dengan situs yang terkelola dengan sangat bagus, tanpa kendala apapun, selama koneksi internet kita lancar) dan tidak dipungut biaya pendaftaran sama sekali. Di mana daftarnya? Di portal CSC, bisa cek di http://www.campuschina.org, registrasi dulu dengan cara klik Scholarship Application for Students, isi identitas standar (nama, alamat, tanggal lahir, dll.), pilih kampus yang akan kita lamar, nah baru setelah itu upload dokumen kualifikasi. Upload loh ya, jadi dokumen-dokumen fisik itu di-scan ke dalam JPEG atau PDF, baru terus diunggah. Sebagai catatan, kemampuan Bahasa Inggris atau Bahasa Mandarin kita sangat diperlukan di sini, baik dalam tahap registrasi, upload berkas, seleksi, sampai sewaktu kuliah pun, Bahasa Inggris dan/atau Bahasa Mandarin kita SANGAT DIPERLUKAN. Jadi yang kemampuan kedua bahasa tadi masih terbatas di yes/no dan ni hao ma doang, sebisa mungkin diusahakan belajar terlebih dahulu ya, jangan berkecil hati, teruslah mengasah kemampuan, tetap semangat, dan daftar lagi tahun depan.


Berikut tampilan setelah Scholarship Application for Students diklik, kita bisa login, atau buat akun dulu.


Sebelumnya, beasiswa CGS ini ada tiga jalur berdasarkan agensi yang mengurus aplikasi beasiswa kita, antara lain:
Tipe A: lewat kedutaan, dengan kode agensi 6081, dengan mengambil tipe ini maka secara otomatis nanti kedutaan China yang mengurus aplikasi kita, tapi kalau tidak salah ada kuota untuk beasiswa tipe ini sebesar 30 orang pertahun, dan dari semua universitas.

Tipe B: lewat universitas masing-masing, dengan kode agensi tergantung universitas yang kita pilih, dengan mengambil jalur ini, agensi yang mengurus nanti dari Admission Team universitas yang dipilih, jadi kemungkinan peluangnya lebih besar.

Tipe C: jalur ini khusus untuk peraih penghargaan (mungkin kalau di Indonesia semacam jalur prestasi), jalur ini jujur saya kurang paham.

Catatan, kita cuma bisa milih satu dari tiga tipe di atas, jadi pikirkan dahulu matang-matang, satu tipe pun cuma bisa milih satu universitas dan satu jurusan per aplikasi, dulu sih bisa milih tiga kalau gak salah, cuma kayanya tahun 2023 dibatasi karena suka ada kasus mahasiswa lolos di beberapa universitas (atau di satu universitas tapi di beberapa jurusan) dan diambil semua oleh yang bersangkutan, jadinya tahun 2023 cuma boleh milih satu.

Nah setelah entry data diri dan pilih tipe beasiswa, selanjutnya kita harus upload dokumen-dokumen untuk pengajuan beasiswa.

Berikut dokumen yang harus dipersiapkan untuk mendaftar beasiswa CGS (Catatan, semua dokumen harus dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Mandarin):

  • Paspor

1.  Ini sih pasti wajib ya, ibaratnya seperti KTP kita di luar negeri. Yang di-scan itu halaman depan yang ada data diri kita. Paspor wajib memiliki masa aktif yang lama.

  • Ijazah Terakhir

Syarat wajib dan harus dalam Bahasa Mandarin atau Bahasa Inggris, yang ijazahnya di luar kedua Bahasa tersebut wajib diterjemahkan oleh notaris dan ada cap dari universitas/sekolah yang mengeluarkan ijazah tersebut. Kalau yang belum lulus seperti saya waktu itu bagaimana nasibnya? Tenang, bisa minta surat keterangan lulus dari sekolah/kampus, yang penting dalam Bahasa Inggris/Mandarin, dan ada cap dari sekolah/kampus. Nah nanti pada Registration Day wajib membawa ijazah terakhir aslinya, kalau tidak beasiswa akan gugur.

  • Transkrip Nilai

Syarat wajib, dan kriterianya sama dengan ijazah terakhir, selain dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris, transkrip wajib diterjemahkan oleh notaris dan di cap universitas/sekolah yang mengeluarkan transkrip nilai tersebut. Pun kalau belum lulus, bisa minta transkrip ke sekolah/kampus, dalam Bahasa Inggris/Mandarin, dan ada cap dari sekolah/kampus. Sama, nanti pada Registration Day wajib membawa transkrip nilai terakhir aslinya, kalau tidak beasiswa akan gugur.

  • Rencana Studi

Wajib dan harus ditulis dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Mandarin dan ditulis lebih dari 1.000 (seribu) karakter, isinya perkenalan diri, latar belakang Pendidikan, alasan kuliah di China, wawasan soal kampus dan negeri China, dan rencananya waktu kuliah mau ngapain aja.  Untuk yang daftar S3 wajib ada tanda tangan calon dosen pembimbing Disertasi asal universitas tempat kita melamar.

  • Surat Rekomendasi

Wajib dari dua dosen/guru, yang isinya seberapa kenal perekomendasi dengan pelamar beasiswa, bahwa perekomendasi merekomendasikan pelamar untuk berkuliah di China, dll. Setahu saya bebas boleh dari dosen di negara asal atau di China.

  • Sertifikat Bahasa Inggris atau Bahasa Mandarin

Ini tergantung sikon, kalau untuk S1 setau saya semua programnya menggunakan pengantar Bahasa Mandarin, jadi harus punya sertifikat Bahasa Mandarin minimal HSK3. Kalau untuk S2 dan S3 ada yang menggunakan pengantar Bahasa Mandarin, ada juga yang menggunakan Bahasa Inggris. Yang menggunakan pengantar Bahasa Mandarin wajib menyertakan sertifikat HSK4, kalau cuma punya HSK3 wajib ikut kelas Bahasa Mandarin lagi di China di Lembaga yang ditunjuk selama setahun. Kalau program dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris, ada dua skenario, untuk pelamar dari negara berbahasa ibu Bahasa Inggris, sertifikat Bahasa Inggris tidak diperlukan, sedangkan untuk pelamar dari negara berbahasa ibu bukan Bahasa Inggris, diwajibkan menyertakan sertifikat Bahasa Inggris yang diakui internasional.

  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Syarat wajib dan harus yang berlaku sampai enam bulan ke depan, dan karena untuk keperluan sekolah ke luar negeri, SKCK wajib diterbitkan dari Mabes Polri.

  • Foreigner Physical Examination Form

Ini wajib, rumah sakitnya bebas yang penting ada tanda tangan dokternya dan cap dari rumah sakit. Syaratnya harus diambil maksimal 6 bulan dari waktu pengajuan berkas. Formulir bisa download di https://www.visaforchina.cn/HAG2_EN/upload/Attach/mrbj/274004.pdf

  • Karya Pribadi (untuk yang ambil jurusan seni) atau Bukti Jurnal yang Sudah Publikasi

Ini syarat tidak wajib, tetapi kalau ada bisa upload aja, lumayan untuk bahan pertimbangan.

  • Pre-admission Letter

Ini syarat tidak wajib, tapi bisa sangat membantu pertimbangan agensi semisalnya ada.


Udah sih dokumennya itu aja, di-upload online dalam bentuk JPEG atau PDF di portal CSC (campuschina di atas). Habis di-upload nanti tunggu aja proses selanjutnya. Kalau berdasarkan pengalaman saya (CGS 2023) dan pengalaman penerima beasiswa CGS lainnya, timeline-nya kurang lebih sebagai berikut:

Januari 2023

Tanggal 31 Januari 2023 kemarin adalah deadline upload berkas. Jadi yang rencana ikut tahun 2024 dan seterusnya, sebisa mungkin siapin dokumen di atas dari jauh hari, karena beasiswa CGS biasanya dibuka bulan Oktober.

Maret 2023

Pada 31 Maret 2023, agensi mengirimkan berkas pengajuan dan dokumen-dokumen kita ke CSC untuk ditinjau kelengkapannya, di sinilah proses seleksi dimulai.

April 2023

Tes online, ini tergantung universitas dan jenjang yang dipilih.

Mei 2023

Wawancara online, masih tergantung universitas dan jenjang yang dipilih juga.

Juni 2023

Sekitar pertengahan bulan Juni biasanya akan di-email oleh kampus mengenai setuju atau tidaknya beasiswa akan diambil, biasanya kalau sudah tahap ini sih secara tersirat sudah diterima ya, selamat!

Juli/Agustus 2023

Biasanya akhir bulan Juli di-email softcopy (hasil scan) Admission Letter dan formulir JW201 untuk pembuatan Visa X1 (pelajar dengan durasi belajar lebih dari 180 hari), dengan hardcopy dikirim via paket internasional gak lama setelahnya (kecuali kalau penerima mau ngambil sendiri paketnya), nah seminggu kemudian biasanya paket sudah sampai, dan penerima pun bisa mulai mengajukan visa.

September 2023

Biasanya awal minggu dimulai proses Registration (mirip daftar ulang), dan perkuliahan dimulai secepatnya. 

Sebenernya udah selesai kalau masalah teknis pengajuan beasiswa CGS, tulisan dari sini dan seterusnya ini isinya pengalaman saya di lapangan dalam perjuangan beasiswa CGS 2023.

.

Jadi begini ceritanya…

.

.

Flashback dulu…

.

.

*nyeruput kopi*

.

.

.

Zzzzzz….zzz…..ZZZZ…..ZZZZ….

.

.

.

WKWKWKWK

Oke oke jadi begini,

 

JANUARI 2023, persis beberapa minggu setelah saya sidang Tesis S2,

Saya ini awalnya tidak tahu sama sekali tentang beasiswa CGS ini, tapi waktu itu tanggal 10 Januari 2023 saya di-WA sama pembimbing skripsi saya waktu S1, beliau bilang ada teman beliau di China yang sedang mencari mahasiswa untuk kuliah S3 dan masuk team untuk ngerjain proyek penelitian dengan beliau di China University of Geosciences (CUG) Wuhan, salah satu kampus geosains terbaik di China, yang bahkan meraih peringkat 5 untuk bidang geosains pada penilaian U.S. News & World Report versi 2022-2023. Tapi permasalahannya waktu itu saya baru selesai sidang Tesis S2, sedang revisi untuk syarat yudisium, dan kebetulan wisuda Institut Teknologi Bandung (ITB) masih bulan April 2023. Jadilah belum kepikiran samasekali mau langsung genjot S3 setelah lulus S2. Saya sebenarnya ada tekad dan niatan untuk lanjut S3, tapi targetnya cuma sebelum menginjak umur 40 tahun, dan paling kuliah di dalam negeri saja, dengan pertimbangan umur segitu saya pasti sudah berkeluarga. Ternyata takdir berkata lain, betul sih saya lanjut kuliah S3, tapi ternyata sebelum menginjak umur 30, dan di luar negeri pula.

Setelah dapat info, saya pun langsung periksa website-nya (khususnya di situs https://mp.weixin.qq.com/s/a5RuoG5AyTlh3EXq9mfSsg), kampusnya, syarat-syaratnya dan lain-lain. Di website tertera bahwa deadline pengumpulan berkas-berkas persyaratan adalah tanggal 31 Januari 2023. Karena baru diberi informasi tanggal 10 Januari 2023, artinya tinggal 21 hari sisa waktu saya untuk melengkapi dokumen pendaftaran. Proses pendaftarannya sebetulnya sangat nyaman karena semuanya online, modal komputer, scanner, sama koneksi internet doang (plus niat dan biaya yang pasti, karena dokumennya banyak banget yang harus disiapin). Tapi ya gitu deh, syaratnya banyak, dan harus saya lengkapi dalam 21 hari. Lumayan bikin stres juga. Ini bukan “21 Hari Mencari Cinta” ya, tapi “21 Hari Mengejar Deadline Berkas Beasiswa”.

Hal pertama yang saya siapkan adalah nyali, karena tau bakalan ribet banget dan nyusahin, menyerah itu mudah, berjuang itu susah, jadi ya udah saya siapin nyali. Hal kedua yang saya siapkan adalah membuat paspor karena saya gak punya paspor yang masih berlaku. Ya sudah saya cari tahu cara buat paspor yang ternyata harus online dulu lewat aplikasi M-Paspor, aplikasi yang saaaaaaaangaaaaaaaaaaattttttt BUSUK baik sekali dan saaaaaaaaaaaaaangaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttt mudaaaaahhhhhhhhhh digunakan dan sangat bikin urat kepala ketarik maju mundur user friendly dan sangat bikin spaneng keren, dibuat segenap hati oleh anak SD kelas 3 umur 37 tahun profesional terlatih, sehingga tidak heran rating di google play-nya BUSUK baik sekali. Saya hanya membutuhkan waktu dua jam untuk registrasi M-Paspor, empat jam untuk upload data diri, dan enam jam untuk menunggu kode pembayaran. CUEPET BUANGET KHAAAAAAAAANNNNN UWOOOOOWWWW. Amazing I love M-Paspor. Yay. Setelah pilih jadwal, saya pilihlah untuk bikin di Kantor Imigrasi Jakarta Utara, tanggal 17 Januari 2023. Jadilah saya yang baru sampai kosan tanggal 9 Januari, balik lagi ke Bekasi buat bikin paspor tanggal 17 Januari, saya balik tanggal 14 Januari 2023.

Selagi menunggu paspor saya jadi, saya persiapkan dokumen-dokumen lain yang sekiranya bisa saya siapkan, yaitu surat rekomendasi dan rencana studi. Untuk surat rekomendasi, saya minta dari dosen pembimbing pertama Tesis saya dari ITB, dan dari pembimbing saya S3 nanti dari CUG Wuhan. Surat rekomendasi dari CUG Wuhan saya sudah dikasih terlebih dahulu oleh beliau sebelum diminta. Kok bisa dapet duluan? Karena tanggal 18 Januari 2023, sehari setelah berangkat bikin paspor, saya wawancara dengan beliau tentang rencana proyek yang nantinya akan saya kerjakan sebagai Disertasi S3, kelayakan saya ikut proyek, dan checklist dokumen yang harus disiapkan, semuanya dalam Bahasa Inggris. Hasilnya saya diberi surat rekomendasi (Invitation Letter). Untuk rencana studi saya tulis dalam Bahasa Inggris, menjelaskan latar belakang saya, catatan pendidikan saya, pengetahuan saya tentang negara China, pengetahuan tentang CUG Wuhan, kebangkitan Uchiha Madara dan kronologi Perang Shinobi Keempat tujuan saya kuliah, rencana kuliah saya tahun ke tahun, dosen pembimbing Disertasi saya nanti siapa, dan rencana setelah lulus kuliah mau seperti apa dengan tanda tangan professor saya dan acknowledgement dari beliau.

Tanggal 19 Januari 2023 pagi saya foto untuk syarat pengajuan SKCK dan Foreigner Physical Examination. Besoknya (20 Januari 2023) saya melaksanakan medical checkup untuk Foreigner Physical Examination, berupa tes mata, tinggi dan berat badan, tes darah, dan wawancara kesehatan. Prosedurnya mirip untuk pengajuan visa turis ke China. Di rumah sakit yang saya datangi biayanya 500 ribu Rupiah dan harusnya dua hari kerja jadi, tapi kan waktu itu pas banget Chinese New Year (CNY) ya, jadi ada libur dua hari. Waktu libur CNY itulah saya upload Surat Perkiraan Kelulusan dan Transkrip Sementara (dua-duanya dalam Bahasa Inggris) karena saya lulusnya baru nanti tanggal 7 April 2023 (masalah muncul di bulan Maret karena saya gak minta cap ke ITB, cerita selengkapnya nanti). Saya upload juga setifikat TOEFL ITP saya yang sebetulnya sudah kadaluarsa dan tidak ada hardcopy-nya (karena diambil ITB pada saat daftar ulang). Saya upload juga update jurnal internasional saya yang sedang dalam tahap penerbitan. Tanggal 24 Januari 2023 saya ke rumah sakit untuk ambil hasilnya, eh tapi lupa ternyata belum scan thorax, ya udah di-scan, terus besoknya ditempel foto saya lalu dicap, lalu saya ambil. Mudah sekali.

Tanggal 26 Januari 2023 paspor saya jadi. Kenapa sembilan hari? Kan biasanya tiga hari selesai? Jadi….. EHEHEHEEHEHEHEHE karena saya bahlul, lupa kalau dulu tahun 2008 pernah buat paspor anak-anak waktu saya belum 17 tahun. Terus saya ajukan paspornya “pembuatan baru”, jadi ditolak karena harusnya “perpanjang paspor” bukan “pembuatan baru”. Sempat down parah waktu itu setelah tahu pengajuan paspor saya ditolak karena paspor adalah syarat wajib, plus paspor adalah syarat mengajukan SKCK internasional. Jadi ya saya bengek banget waktu pengajuan ditolak tanggal 19 Januari 2023, mau daftar baru tapi kuota Januari udah pada penuh, adanya Februari, yang berarti saya tidak bisa memenuhi persyaratan dokumen karena deadline-nya 31 Januari 2023. Sempat mau saya sudahi perjuangan “21 Hari Mengejar Deadline Berkas Beasiswa” ini. Tapi…………. oke lain kali saya ceritakan karena dramatis banget ini ceritanya sumpah gak bohong, mungkin di posting-an lain ya hehehe. Singkat cerita paspor saya jadi tanggal 26 Januari 2023. Mepet banget, udah H-5, yang artinya saya harus buat satu-satunya syarat tersisa: SKCK Internasional.

Saya daftar pembuatan SKCK internasional, dan ambil jadwal tanggal 27 Januari 2023. Lokasinya pindah ternyata bukan di Mabes Polri lagi per 21 November 2022, tapi pindah ke Baintelkam, Gedung Tripatra, Cilandak, Jakarta Selatan. Sudah sempat ke Mabes Polri, tanya-tanya dengan bapak-bapak polisi (yang kayanya lebih muda dari gue) yang sangat ramah meskipun beliau-beliau ini pada bawa senjata laras panjang, atut :”). Salah seorang petugas polisi menginfokan bahwa lokasi pembuatan SKCK internasional dipindah ke lokasi yang berdekatan, dengan jarak persis satu jam dari Mabes Polri (berangkat jam 7.13, sampai jam 8.13) maklum, Jakarta Selatan macet. Lokasinya bagus cuma sayang gak ada tempat parkir, jadi kami parkir di alam ghoib tempat servis mobil terdekat setelah izin sama yang punya lapak. Prosesnya cepat, kalau tidak sempat print-print syarat pembuatan SKCK bisa print di fotokopi terdekat yang kebetulan berada dalam satu lingkungan Baintelkam, cukup jalan 20 meter. Saya sempat deg-degan karena waktu pendaftaran makin tipis, tapi puji syukur, SKCK saya jadi hanya dalam waktu satu setengah jam.

Legalah saya, pulang dari Baintelkam langsung upload semua dokumen, drama “21 Hari Mengejar Deadline Berkas Beasiswa” pun selesai dengan happy ending meskipun saya tetap menjomblo. Status aplikasi saya sekarang jadi “Submitted”.


Sampai tahap ini bisa dibilang bagian registrasi sudah 50% selesai.


FEBRUARI 2023 berlangsung tanpa ada update apa-apa, tensi soal beasiswa CGS 2023 mengendur dan pikiran saya terbebaskan dari soal beasiswa.

MARET 2023, akhir Maret 2023 adalah tenggat waktu agensi kita (baik kedutaan untuk Type A, maupun kampus langsung untuk Type B) untuk menyerahkan berkas pelamar ke CSC.

Persis tanggal 1 Maret 2023 jam 8 pagi WIB, saya di-email admission team dari CUG menyatakan bahwa saya harus upload ulang ijazah terakhir saya. Karena saya calon lulusan S2, saya diperintahkan CUG untuk menggabungkan ijazah S1 saya dengan surat keterangan lulus S2 saya kedalam satu pdf, pun transkrip nilainya. Jadi saya diinstruksikan untuk withdraw aplikasi saya di portal CSC, dan di bagian ijazah dan transkrip di-upload ulang. Jadi dari yang saya tangkap, di lapangan, meskipun deadline upload dokumen adalah 31 Januari 2023, tapi dokumen masih bisa ditarik (withdraw), selama agensi belum menyetorkan aplikasi kita (selama status aplikasi kita masih “Submitted”). Asal jangan lupa nanti tombol submit-nya ditekan lagi. Siang itu juga saya upload ulang semuanya sesuai dengan instruksi.


Surat cinta pertama dari Admission Team CUG.


Tanggal 15 Maret 2023 jam 8 pagi WIB, saya kembali di-email CUG admission team, yang menyatakan bahwa Study Plan saya harus ditambahkan halaman judul dari CUG, dengan halaman judul tersebut di-attach di email yang saya terima. Study Plan kemudian harus di-upload ulang sebelum 16 Maret 2023. Ya sudah di portal CSC aplikasi saya saya withdraw, bagian Study Plan saya hapus, saya tambah halaman judul, lalu saya reupload.



Halaman judul yang CUG suruh tambahkan di Study Plan saya.

Tanggal 19 Maret 2023 jam 7 malam WIB, hari Minggu itu saya inget banget soalnya saya lagi belanja mingguan. Saya di-email calon pembimbing Disertasi saya dari CUG, beliau bilang bahwa beliau sudah menerima kabar dari kampus bahwa saya sudah LOLOS evaluasi dari CUG, kampus Marine Science. Wah gembira sekali saya bacanya, saya ucapkan terima kasih ke beliau, lalu saya tunggu lagi kabar selanjutnya.

Tanggal 21 Maret 2023 jam 10 pagi WIB, saya kembali di-email CUG admission team, mereka mengirimkan saya Pre-admission Letter. Pre-admission Letter ini menyatakan bahwa kalau pihak universitas (CUG) sudah menyetujui lamaran saya. Istilahnya, SAYA SUDAH LOLOS SELEKSI UNIVERSITAS, persis seperti informasi dari calon pembimbing Disertasi saya dua hari lalu. Langsunglah saya kabari orang tua saya di rumah tentang hal ini. Lucunya, hari Minggu kemarin tanggal 19 Maret 2023, ayah saya seperti sudah punya firasat bahwa beasiswa ini akan tembus. Amazing, isn’t it? Aplikasi saya saya withdraw lagi, saya tambahkan Pre-admission Letter ini, lalu saya resubmit. Oke bisa dibilang pada tahap ini, kemungkinan tembus beasiswa sudah di atas 50%, karena dari universitas sudah oke. Tinggal tunggu keputusan dari CSC saja soal fiksasinya. Tapi saya sih optimis, karena pelamar S3 kan sedikit ya? Jadi sudah pasti saingan saya sedikit juga. Tapi saya gak mau jumawa juga, tetaplah saya bersiap untuk kemungkinan terburuk, karena dalam peluang 90% pun, tetap ada peluang 10% untuk kegagalan.




Surat cinta kedua CUG untuk saya.

Tampilan Pre-admission Letter dari CUG.

Dan benar saja, tanggal 24 Maret 2023 jam 2.30 siang WIB, hari Jumat saya ingat persis, saya di-email calon pembimbing Disertasi saya. Beliau bilang bahwa surat keterangan lulus dan transkrip akademik sementara S2 saya wajib dicap oleh kampus. Keharusan ini sifatnya mendesak dan harus rampung dalam dua hari, karena CUG akan mengumpulkan aplikasi saya ke CSC tanggal 31 Maret 2023. Wah keder lah saya. Mana itu Jumat, dua harinya kan Minggu ya. Administrasi ITB mana buka weekends begitu, mana udah sore, sebentar lagi habis jam kantor. Ya sudah saya lobby calon pembimbing saya, saya nego hari Senin. Untungnya, beliau bilang gapapa dikumpul Senin. Nah itulah seperti yang saya sebut di atas, masalah datang kalau kita sok tahu HAHAHAHA. Tapi gapapa, masih ada harapan. Jadilah surat keterangan lulus dan transkrip yang di SIX yang dalam Bahasa Inggris saya printout, untuk hari Senin saya minta cap ke fakultas. Senin jam 7 pagi saya ke FITB minta cap, dan untungnya, fakultas sangat sangat kooperatif. Salah satu staff FITB bahkan menawarkan kepada saya untuk nge-scan printout tersebut supaya gampang saya bisa langsung upload ke CSC. Gembiralah saya, saya resubmit aplikasi saya, saya lapor ke calon pembimbing Disertasi saya, lalu saya pulang dengan perasaan lega. Malamnya saya cek di portal CSC, aplikasi saya statusnya sudah menjadi “In Progress”. Berarti sudah dikumpulkan oleh CUG ke CSC hari itu juga 27 Maret 2023.


Inilah makanya kenapa jadi orang jangan sotoy ya HAHAHAHAHA.





Udahlah yang penting dicap fakultas hahaha.


Ehehe, udah In Progress. AKHIRNYA.


APRIL 2023, berdasarkan informasi dari pelamar lain sebelum saya, bulan April biasanya mereka di-email tentang prosedur tes online. Karena tahu pengalaman mereka, ditambah saya baca-baca di internet soal beasiswa CSC, katanya ada tes online dan wawancara online. Karena informasi begitu, bulan April saya habiskan dengan belajar soal topik Disertasi saya ke depannya.

MEI 2023, berdasarkan informasi dari pelamar lain sebelum saya, bulan Mei biasanya mereka di-email tentang prosedur wawancara online. Saya sudah siap untuk wawancara sebenarnya, tapi saya tunggu sampai akhir Mei ternyata anteng anteng aja gak ada email apa-apa. Ternyata saya baru sadar bahwa wawancara saya sudah dilaksanakan jauh-jauh hari, tepatnya bulan Januari 2023, sama profesornya face-to-face, yaitu calon pembimbing Disertasi saya, dengan Bahasa Inggris. Itulah makanya, proses penerimaan satu pelamar dan pelamar lain berbeda-beda tergantung universitas dan jenjang yang dipilih. Saya S3 kebetulan dapet gak enak di awal, tapi cenderung mulus di akhir.

JUNI 2023 tanggal 15, saya di-email CUG admission team. Posisinya waktu itu saya sedang di rumah, siang siang jam 2 WIB, habis makan siang. Isi email-nya kurang lebih menyatakan bahwa CSC menyetujui aplikasi beasiswa saya, sehingga saya diharuskan membalas email ini, menerima beasiswa, atau menolak. Kalau menolak harus ada alasannya kenapa. Dengan itu saya diharuskan untuk membalas email tersebut, sebenernya cukup bilang YES or NO doang sih, tapi kan ya biar sopaaaan, saya balas dengan ucapan terima kasih dan basa basi lainnya. Intinya saya setuju mengambil beasiswa ini. Kemungkinan kalau sudah masuk tahap ini sih kita sudah let’s say, 90% diterima dan disetujui menjadi mahasiswa di universitas China dengan beasiswa CSC.


Akhirnya… perjuangan “21 Hari Mengejar Deadline Berkas Beasiswa” berbuah duren manis.


JULI 2023 tanggal 23 jam 8 pagi WIB, saya di-email CUG admission team. Isi email-nya mengirimkan scanned copy dari Admission Letter dan JW201 Form.

Paket dataaaaaangggg.


Inilah wujud Admission Letter dari kampus CUG.


Formulir JW201 dari kampus untuk pengajuan Visa belajar.


Tanggal 27 Juli jam 8 kurang 5 pagi saya beserta calon peserta didik baru CUG menerima email pihak kampus mengenai penyedia layanan paket internasional beserta tracking number untuk melacak perjalanan original copy dari Admission Letter dan JW201/202 Form kami masing-masing. Dokumen saya dijadwalkan tiba pada tanggal 29 Juli.

Tanggal 28 Juli jam 16.26 paket saya sampai dengan selamat menggunakan jasa FedEx, lebih cepat satu hari dari yang dijadwalkan. Dengan adanya dokumen ini saya bisa langsung mengurus Visa X1.

AGUSTUS 2023 tanggal 3 saya mengurus Visa X1 di Visa Center Kuningan, Jakarta Selatan. Lokasinya di lantai 8. Prosesnya sebetulnya cepet banget sih cuma ngantrinya duh.

Tanggal 8 Agustus sebetulnya Visa X1 sudah selesai dan bisa diambil, tetapi saya sempat ambilnya tanggal 10 Agustus, di tempat yang sama seperti saat membuat Visa, khusus pengambilan ada di loket 16. Cuma 15 menit beres kok ngambil doang mah.


Wujud Visa X1.


Tanggal 31 Agustus rencananya saya akan berangkat ke China.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih untuk pembaca sekalian. Kalau untuk masalah teknis seperti persyaratan dll., saya pikir itu sudah pattern ya, jadi bisa digunakan untuk sebagai ancang-ancang bagi kalian yang mau mendaftar untuk CGS 2024 dan seterusnya. Untuk bagian timeline itu sifatnya relatif, kebetulan untuk kasus saya kemarin, timeline-nya berjalan sesuai dengan perkiraan, dalam artian mirip sekali dengan timeline peraih beasiswa CGS 2022 dan sebelumnya. Kalau untuk bagian pengalaman, well, ini balik lagi ke individu kita masing-masing karena banyak faktornya, mulai dari jurusan yang kita pilih, kampusnya, kotanya, dan faktor-faktor lain. Posting-an ini akan saya update terus sampai setidaknya hari registrasi saya tanggal 4-5 September 2023 nanti. Doakan saya sukses selalu, tetap semangat pembaca sekalian, follow your dreams because why not?

Joe







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa CGS 2023 untuk Berkuliah S3 ke China

  Banyak jalan menuju Roma. Katanya. Tapi kalua berdasarkan pengalaman saya, “Banyak jalan menuju China .” dan “Tuntutlah ilmu sampai ke n...